Sering kuhabiskan berjingkrak dengan perasaan,
Menari dengan penuh cinta,
Serta riang yg menemani cangkir kopi yg hangat di pagi hari.
Minuman ini,
Disajikan hangat seperti dekap pelukan,
Seperti saat mengutarakan "Selamat Pagi, sayangku." di setiap fajar,
Rasa manis yg bertahan lama di pangkal lidah seperti hal yg sama saat kamu mendaratkan kecup di keningku.
Wajah ini,
Tak pernah kering dihempas cium-cium kecil menyeluruhi setiap sudut tanpa spasi.
Tapi...
Kini pagiku begitu basi!
Mesin penghangat tidaklah rusak,
Ia hanya tidak mau menghangatkan,
Dan tidak bekerja seperti biasanya saja.
Tapi...
Kini tempat ini begitu dingin!
Iya, betul, karna masalah dari mesin penghangat itu.
Entahlah,
Ia lebih membiarkan sekitar terlihat lebih dingin dari biasanya.
Dan kini...
Kening serta wajahku pun kering,
Tanpa daratan dari kecupanmu itu,
Peluk pun mulai longgar dari lingkaran tanganmu yg begitu erat saat lalu.
Apa ada masalah? Sepertinya tidak!
Pagi kemarin semua hal masih berjalan begitu normal.
Tapi, kini tidak lagi.
Hai, Mesin Penghangat.
Apa kamu tidak mau lagi menemaniku?
Aku butuh kamu melebihi dari kata "Mesin" atau "Penghangat" saja.
Kamu itu hidupku,
Bagaimana bisa aku merasa hangat di setiap harinya jika tanpa hadirmu?
Aku ingin kamu dengan sangat,
Lebih dari mesin penghangat sungguhan yg baru saja kubeli tadi sore.
Aku ingin kamu menghangatkan perasaanku sesuai semestinya.
Sungguh, ini seperti beku,
Setelah kepergian dengan ucapanmu di malam tadi yg begitu dingin.
***Sayang, ini baru saja tertinggal dalam beribu detik, tapi aku sudah tak bisa berkutik, tanpamu...
@vidhakiky - Le matin 1h24.
@vidhakiky - Le matin 1h24.



















































