Berlalu, tugas tugas menumpuk, seakan tidak pernah habis dikerjakan.. Oooh penatnya, seakan ingin hilangkan penat.. Jam 4sore, kaki sigap melangkah , berduyun menuju coffee shop langganan.. Pesan minuman dengan nama "Key" lalu duduk sambil menunggu namanya dipanggil..
Rasanya penat hilang, buyar dalam larutan seruputan Thai Tea coklat pekat penghilang penat.. Bertenggernya dua sedotan, tanpa mengaduk dan dibiarkannya susu itu mengendap didasar.. Key merogoh tangan kedalam saku-saku tas, mencari menggeliat akan buku-buku sastra murah yg ia beli di toko buku loak kemarin siang.. Setengah membaca, setengah menyeruput, setengah mendengar lantunan lagu Jazz yg sepertinya ia sendiri pun tidak mengerti iramanya.. Oooh, sore yg begitu damai.. Lalu terhenti, seakan waktu enggan berdetak.....
"Halo..."
"Oh ya..." dengan tampang muka keheranan..
"Boleh saya duduk disini? Terlalu ramai, meja penuh"
Key memberi senyum lebar dan membiarkan lesung pipitnya terlihat jelas, tanda akan ia setuju seseorang mengisi sofa kosong (yg memang selalu kosong, gumamnya) itu terisi, terduduki oleh laki-laki berbadan tegap, rambut ikal gondrong, tinggi dan senyumnya (ya) lumayan manis..
"Baca buku? Ditempat ramai seperti ini?"
(Key hanya membalas satu senyum dengan satu anggukan)
"Suka sastra? Bukunya menarik?"
Sambil menyodorkan tanggan putihnya itu kehadapan.. "Donny"
Disambut jelas.. "Key"
Seruput dua ruput, sedot menyedot, waktu tak terasa terlewat, terbuai oleh lantunan Jazz..
"Sering kesini?
" Ya, begitu.." Jawab Key datar..
"Setiap Jum'at sore, datang tergepoh-gepoh memburu sofa hangat berwarna coklat maple di pojok dekat jendela agar tidak ada orang yang mendudukinya, suka baca buku, entah buku apa yg dibaca? Yg jelas dengan kacamata berbingkai ungu itu terlihat serius membaca dan menyimak.." Sela Donny..
"Oh ya? (seraya kaget, tidak mengerti bahwa ada seseorang yg hafal akan laku-laku dirinya di coffee shop ini) Ini tempat andalan, saya tidak suka duduk ditempat lain apalagi jauh dari jendela, pencahayaan kurang, bisa buram saat membaca.." (lanjutnya)
Lalu laki-laki itu tersenyum simpul, matanya sibuk terbelalak melihat aduhai manisnya wanita ini..
"Apa tidak ada teman atau rekan yg diajak nongkrong atau (ya) sekedar ngopi dan ngobrol?"
"Mungkin belum ada yg mau, belum ada yg berminat menghabiskan petang bersama wanita konservatif seperti saya ini., makanya sofa dimeja saya selalu kosong. Hanya saya, Thai Tea dan buku-buku yg menemani..
"Boleh saya temani? Agar tidak terlihat begitu sepi.."
"Oh ya?" (jawabnya kaget kembali) "Datang saja kesini, Jum'at sore, di meja dan sofa ini. Agar sofa lebih terisi tanpa sepi.."
Key mengakhiri jawabannya dengan senyum berlesung pipit itu, menyeruput dengan sedotan dan kembali membaca..
Beradu mengadu, waktu ke waktu berlalu, Jum'at adalah hari yg paling dinanti. Ingin rasanya cepat datang hari itu. Ingin rasanya cepat menikmati petang pada hari itu. Oh Tuhan, terima kasih akan Jum'at sore yg teduh disetiap minggunya..
-Keyrra- Le matin 01h45-
Rasanya penat hilang, buyar dalam larutan seruputan Thai Tea coklat pekat penghilang penat.. Bertenggernya dua sedotan, tanpa mengaduk dan dibiarkannya susu itu mengendap didasar.. Key merogoh tangan kedalam saku-saku tas, mencari menggeliat akan buku-buku sastra murah yg ia beli di toko buku loak kemarin siang.. Setengah membaca, setengah menyeruput, setengah mendengar lantunan lagu Jazz yg sepertinya ia sendiri pun tidak mengerti iramanya.. Oooh, sore yg begitu damai.. Lalu terhenti, seakan waktu enggan berdetak.....
"Halo..."
"Oh ya..." dengan tampang muka keheranan..
"Boleh saya duduk disini? Terlalu ramai, meja penuh"
Key memberi senyum lebar dan membiarkan lesung pipitnya terlihat jelas, tanda akan ia setuju seseorang mengisi sofa kosong (yg memang selalu kosong, gumamnya) itu terisi, terduduki oleh laki-laki berbadan tegap, rambut ikal gondrong, tinggi dan senyumnya (ya) lumayan manis..
"Baca buku? Ditempat ramai seperti ini?"
(Key hanya membalas satu senyum dengan satu anggukan)
"Suka sastra? Bukunya menarik?"
Sambil menyodorkan tanggan putihnya itu kehadapan.. "Donny"
Disambut jelas.. "Key"
Seruput dua ruput, sedot menyedot, waktu tak terasa terlewat, terbuai oleh lantunan Jazz..
"Sering kesini?
" Ya, begitu.." Jawab Key datar..
"Setiap Jum'at sore, datang tergepoh-gepoh memburu sofa hangat berwarna coklat maple di pojok dekat jendela agar tidak ada orang yang mendudukinya, suka baca buku, entah buku apa yg dibaca? Yg jelas dengan kacamata berbingkai ungu itu terlihat serius membaca dan menyimak.." Sela Donny..
"Oh ya? (seraya kaget, tidak mengerti bahwa ada seseorang yg hafal akan laku-laku dirinya di coffee shop ini) Ini tempat andalan, saya tidak suka duduk ditempat lain apalagi jauh dari jendela, pencahayaan kurang, bisa buram saat membaca.." (lanjutnya)
Lalu laki-laki itu tersenyum simpul, matanya sibuk terbelalak melihat aduhai manisnya wanita ini..
"Apa tidak ada teman atau rekan yg diajak nongkrong atau (ya) sekedar ngopi dan ngobrol?"
"Mungkin belum ada yg mau, belum ada yg berminat menghabiskan petang bersama wanita konservatif seperti saya ini., makanya sofa dimeja saya selalu kosong. Hanya saya, Thai Tea dan buku-buku yg menemani..
"Boleh saya temani? Agar tidak terlihat begitu sepi.."
"Oh ya?" (jawabnya kaget kembali) "Datang saja kesini, Jum'at sore, di meja dan sofa ini. Agar sofa lebih terisi tanpa sepi.."
Key mengakhiri jawabannya dengan senyum berlesung pipit itu, menyeruput dengan sedotan dan kembali membaca..
Beradu mengadu, waktu ke waktu berlalu, Jum'at adalah hari yg paling dinanti. Ingin rasanya cepat datang hari itu. Ingin rasanya cepat menikmati petang pada hari itu. Oh Tuhan, terima kasih akan Jum'at sore yg teduh disetiap minggunya..
-Keyrra- Le matin 01h45-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar