Murka yang tenggelam
Duka yang menghilang
Jauh memudar
Terkilas senyum-senyum kecil terhapus ombak
Akankah menepi?...
Gejolak-gejolak itu telah pergi
Terbang meninggalkan badai
Hati riuh...
Bergelayut tanya dalam tanda koma
Belum berhenti dan terus tersakiti
Dari rindu yang menyisa damba lalu
Sungguh, tinggal bersamamu
Dalam bayang-bayang terbuang
Sungguh, ingin bersamamu
Dalam nyata berkata buta
Hati terpaku
Hati membeku
Hatimu, aku
Hatiku, baku...
Jauh melebihi ambang batas dari terka
Jauh menghindari ruang batas dari murka
Kupikir, biasalah saja
Tapi sedikit bermuram durja
Merindumu bukan sejenak
Hanya terpaku dalam benak
Ingin memeluk
Hingga tulang belulang remuk
Setara dengan kulit tanpa antara
Dan itu berlalu saat kita memahami
Jika tubuh membumi
Begitu berkelit, hingga lidah berkelit...
Begitu sukar memukar, hingga senyum membelukar
Entahlah.........
Hanya peka terasa enggan menguasa...
Duka yang menghilang
Jauh memudar
Terkilas senyum-senyum kecil terhapus ombak
Akankah menepi?...
Gejolak-gejolak itu telah pergi
Terbang meninggalkan badai
Hati riuh...
Bergelayut tanya dalam tanda koma
Belum berhenti dan terus tersakiti
Dari rindu yang menyisa damba lalu
Sungguh, tinggal bersamamu
Dalam bayang-bayang terbuang
Sungguh, ingin bersamamu
Dalam nyata berkata buta
Hati terpaku
Hati membeku
Hatimu, aku
Hatiku, baku...
Jauh melebihi ambang batas dari terka
Jauh menghindari ruang batas dari murka
Kupikir, biasalah saja
Tapi sedikit bermuram durja
Merindumu bukan sejenak
Hanya terpaku dalam benak
Ingin memeluk
Hingga tulang belulang remuk
Setara dengan kulit tanpa antara
Dan itu berlalu saat kita memahami
Jika tubuh membumi
Begitu berkelit, hingga lidah berkelit...
Begitu sukar memukar, hingga senyum membelukar
Entahlah.........
Hanya peka terasa enggan menguasa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar