Rabu, 14 Agustus 2013

Telaga Warna ( A Trip To Dieng #2 )

 Yup, obyek wisata pertama yg dituju setelah sampai Dieng adalah Telaga Warna. Trekking sekitar satu kilo untuk sampe kesana itu lumayan ngos-ngosan buat pemula kayak gue. Well, konon katanya (ini “konon” ya, bacanya jangan dibalik) Telaga Warna yg telaga atau danau ini bisa berubah warna kalau ada pantulan dari cahaya matahari, seperti pembiasan cahaya pada warna pelangi, karna Telaga Warna adalah termasuk danau vulaknik jadi karna ada kandungan sufur di dalam airnya, jika dipantulkan dengan sinar matahari, air di telaga atau danaunya itu akan berubah warna. Tapi, karna berhubung gue kesananya sore dan mendung nggak ada sinar matahari, jadi ya nggak terjadi perubahan warna dan airnya pun tetep berwarna hijau toska seperti danau lain pada umumnya. Berikut info tentang Telaga Warna.

***Dataran Tinggi Dieng adalah salah satu Destinasi Wisata di Jawa Tengah yang cukup Populer di Kalangan para Wisatawan Nusantara, Dan salah satunya adalah Objek Wisata Alam Telaga Warna yang akan membuat Pandangan anda termanjakan oleh pesona alam tanah para Dewa , Objek Wisata yang satu ini memiliki luas 39,60 ha. yang merupakan bekas letusan Gunung Purba Dieng yang terjadi pada masa kuarter atau ratusan tahun silam yang kini sudah tidak aktif lagi dan menjadi kantong air hujan , selain itu disebelah Telaga warna juga terdapat Telaga pengilondan komplek Goa Alam Pertapaan Mandala Sari ( Meditation Cave ) , Berdasarkan dari Catatan Prasasti Sejarah Kerajaan Mataram Kuno yang Memilh Dieng sebagai Pusat Pendidikan dan Pusat Peribadatan MasyarakatHindu Kuno di Tanah Jawa sekitar abad ke 8 masehi yaitu pada masa Pemerintahan Raja Rakai Warak Dyah Manara , Dan sampai sekarang pun Dieng masih terselimuti kabut Misteri dan banyak Filosofi yang ada diGunung Tempat Bersemayamnya Para Dewa ini , dan salah satunya adalah Taman Wisata Alam Telaga Warna yang memiliki Filisofi Tatanan Pesan Moral Jawa.

Telaga Warna Adalah objek wisata yang terletak di dieng, Kecamatan Kejajar Wonosobo. Telaga Warna memiliki keunikan tersendiri berkaitan dengan warna telaga. Terkadang berwarna hijau dan kuning atau berwarna warni mirip pelangi karena Telaga Warna memiliki kandungan sulfur yang cukup tinggi. Objek Wisata Telaga Warna banyak dikunjungi oleh turis domestik maupun mancanegara, karena keindahannya, disamping itu hawa udaranya yang segar. Melihat Telaga Warna yang hijau toska rasanya seperti tersihir dan terhipnotis. Benar-benar seperti memasuki dunia khayalan penul misteri, ditambah sulur-sulur akar pohon menjulur ke tengah telaga terlihat layaknya seekor naga.
Menurut mitos yang beredar di masyarakat, dahulu ada cincin bertuah milik seorang bangsawan jatuh ke dalam telaga, sehingga mengakibatkan warna-warni di telaga tersebut. Tapi secara ilmiah Telaga Warna adalah danau vulkanik yang berisi air bercampur dengan belerang, jika kena sinar matahari akan memantulkan warna karena kandungan mineralnya. Foto dari berbagai angle pun hasilnya fantastis loh. Telaga warna inipun dapat berubah warna, ketika pergi wisata ke telaga warna, pasti kamu akan melihat warna telaga tersebut hijau, kuning, biru, dan ungu. Amazing, right?*** 


Pas baru pertama kali masuk ke Wisata Alam Telaga Warna ini, dari jalan setapaknya aja gue udah disuguhin intipan isi kawasan ini dari tengah semak-semaknya. I thought, ini baru ngintip aja udah indah, apalagi liat keseluruhan telaganya. Dan diantara jalan setapak tersebut ada pepohonan bambu kuning yg warnanya begitu mencolok diantara warna hijau dari pohon dan danaunya.There you go...







Di jalan setapak menuju Arca dan Gua ini pemandangannya nggak kalah keren, diapit hamparan rerumputan plus dengan pencahayaan yg pas, alhasil dapetin foto yg maksimal. 





Di Telaga Warna terdapat Gua Pengantin dengan mitos buat masih pacaran dan berfoto di Gua itu niscaya akan menikah dan menjadi pengantin sepulangnya dari Dieng. Ya tapi jodoh kan udah Tuhan yg atur. Ya kasian juga yg jomblo, mau ngajak foto sama siapa coba? Patung? :D ( with Duta @dutaakbarrr )










Nah, kalo di Gua Pengantin ini kita foto rame-rame begini, bakalan kawin masal gitu? Ya enggak lah ya…




Time turned fasly fast, nggak kerasa keliling sampe Maghrib. Selepas Adzan kita trekking pulang menuju Home Stay. 

Kebetulan cuacanya lagi gerimis, sementara nungguin peserta lain kumpul semua, beberapa peserta termasuk gue pun neduh di Indomaret di persimpangan jalan. Ternyata eh ternyata ada Bule cantik yg lagi neduh juga disana. Entah siapa duluan yg mulai percakapan ke Bule itu, afterwards we had a light conversation with her. Setelah beberapa pertanyaan yg ditanyakan, mulai dari “Asalnya dari mana? ”, “Ngapain ke Dieng? ”, “Tinggal dimana? ”, “Ngapain ke Indonesia? ” “Tinggal di Indonesia udah berapa lama? ”, dan blablablanya eh tanpa disangka si Okha asal nyamber buat nanya “HOW DO YOU KNOW, GEPLAK??? ”. Dan si Bule pun linglung yg mungkin sambil ngomong dari dalam hati “Aduh, ente nanya apaan sih? ”. Hahahahhaha Okha… Okha… "How Do You Know Geplak?"  itu adalah grammar yg aneh. But two thubs up lah buat Okha yg udah memberanikan diri buat coba ngajak ngobrol dengan bahasa Inggris. Well, learning from the mistake, right? :D   *geleng-geleng* ..^_^..




                                                                       @vidhakiky

Tidak ada komentar:

Posting Komentar